Selasa, 21 Februari 2012

..:: Rindu Orang Tua ::..

Pagi ini ketika ku buka jendela kamarku, sinar  lembut mentari menyapa membuat senyum indah dibibirku. Mata ku sebenarnya masih ingin terlelap namun ku teringat kalimat yang slalu terucap oleh ibu, katanya  "kalau sudah bangun jangan tidur lagi, nanti tidak kebagian rejeki dan jodohnya jauh" , uhh ngeri rasanya mendengar hal itu. Padahal kalau diteliti secara ilmiah mungkin tidak masuk akal, hubungan tidur dengan rejeki itu apa ??? Tapi, dalam agama memang dianjurkan untuk tidak tidur lagi setelah bangun pagi.
Semangatku pagi ini terasa hampa, rindu senyuman itu, senyuman penyejuk, penenang, penyemangat di stiap langkahku. Ibu, wanita penuh kasih, lembut, selalu dengan nasehat-nasehatnya, kasih sayang yang takkan pernah terganti, cinta yang terus mengalir tanpa batas, tangisan dalam doa disetiap sujudnya, ketulusan dalam tiap perlakuannya. Senyum di wajahnya takkan pernah terganti.
Kata orang setiap ibu pasti cerewet dan aku membenarkannya. Bukan cerewet karena sesuatu yang buruk, tapi ibu cerewet demi kebaikan anak-anaknya. Suaranya selalu terngiang-ngiang dalam benakku. Saat ku berbuat salah nasehat demi nasehatnya kan terdengar di telingaku.
Bapak, sosok yang tak banyak bicara, namun nasehatnya agar tak lupa akan kewajiban kepada Sang Pencipta takkan pernah terlupa dari ingatanku. Bapak, orang yang tidak cerewet namun saat bercanda tawanya selalu terbayang, tawa yang unik dan tak ada yang bisa menyamai tawanya.
Ibu, Bapak, dalam perantauanku hanya ada dirimu dibenakku. Keinginan membanggakanmu, melihat senyum bangga di bibirmu, tangis haru di pipimu. Pelukan hangatmu, belaian kasihmu yang takkan terganti, doamu yang senantiasa untuk kami anakmu, kerja kerasmu untuk memenuhi segala kebutuhan kami, itulah penyemangat kami di perantauan ini.
Ibu, Bapak, aku cinta, aku sayang, dan rasaku ini takkan pernah terganti. Restumu adalah restu dari Yang Maha Esa, maka kami pinta restumu dalam setiap langkah kami. Miss My Parent ...^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar